Big Mistake

Orang kata penantian satu penyeksaan. Siapa la orang itu,mau saja ku berikan sekalung bunga untuk dirinya. Memang penyeksaan, kadang bikin hati kacau, jadi gampang. Dalam itu, bagai Tuhan berikan ujian yang besar buat diriku.

Dalam aku berjuang bermati-matian, Tuhan menunjukkan Kebesaran
Nya. Ya Allah, ampunilah dosa hambaUu. Aku tak berdaya Ya Allah.
Tidak pernah aku alami peristiwa ini. Bagai sudah di takdirkan. Bagai sudah di rancang. Maha Suci Allah. Haduiii, tenangkanlah hatiku. Tenangkanlah hati orang itu. Sesungguhnya aku tidak pernah membencinya. Jauh sekali hendak menidakkannya. Tapi apalah besar salahku? Besarkah hukuman yang perlu diberi sampai begini?
10 digit nombor itu bagai tidak mampu ku tekan. Meminta diri di ampuni, di beri peluang, diberi satu lagi warna. Supaya aku mengerti, manusia lahirnya diri itu pekerti.

Aku butuh menanti, berharap diri tidak melebihi waktu. Supaya aku tidak aku sesal, bahwa malu hanya akan mematikan diri, mematikan hati. Aku harap dia sedar, dengan kudratnya, aku tidak lagi menanti…
3 Responses
  1. Aisyah Says:

    apakah???
    ayat macam frust saja.dont tell me.....


  2. Mocha Ghost Says:

    ayat utk lecturer aku yang tercinta.sob sob sob


  3. Mocha Ghost Says:

    bukan kisah cinta tau.hohoho